Pajak Daerah dimakan Kutu busuk
Pendapatan masing-masing daerah sangatlah besar, jadi sebenarnya daerah sendiri sudah dapat membantu komunitas masyarakat daerah dalam membangun daerahnya sendiri. bukan malah membudidayakan kutu-kutu busuk yang akan menghabiskan jatah makan sang kucing, jadi jika kucing udah kelaparan maka diakan mencari akal bagaimana cara dapat makanan, nah ini harus diperhatikan sebenarnya, janganlah pemerintah daerah khususnya jadi kutu busuk yang selalu mengerati pendapatan daerah untuk kepentingan pribadi dan golongannya saja, masih banyak pihak-pihak yang membutuhkan dan lebih kelaparan, ketimbang pemerintah daerah yang sudah diberi amanah untuk mengatur segala bentuk pengeluaran dan pendapatan daerah.
masyarakat bukan memilih wakil rakyatnya di daerah untuk menjadi siluman kutu busuk yang akhirnya membunuh orang yang telah memilihnya, coba kita sama perhatikan bahwa pembangunan di daerah khususnya tidak akan dapat mencapai kesejahtera bila orang-orang yang berkompeten dan mampu menjadi maling-maling berdasi, gak lucukan kalau maling ayam terpenjara sementara maling berdasi diberdayakan. sebagai pemegang keputusan puncak didaerah harus bisa memberikan suatu solusi dalam tahap pembangunan dan pemerataan serta pengangkat tarap kemiskinan menjadi sejahtara. jangan malah jadi pengerat yang akhirnya memusnahkan para penolongnya, itu artinya si budak membunuh majikan yang telah memberikan kesejahteraannya.
