Blognya Pena Petualang

December 13, 2007

Semut Berebut Menjadi Pemimpin Rimba

Filed under: Uncategorized

Pertempuran – pertempuran terus terjadi, pertumpahan darah dan pengorbanan nyawa terus menjadi tradisi, tertawa ketika bisa membunuh lawannya, menjerit ketika kehilangan keluarganya, meratap ketika sang kekasih mati di tangannya, mendendam ketika si ayah dibunuh musuhnya, tidak akan pernah berhenti walau dunia terus berakhir pertempuran dan perebutan kekuasaan selalu terjalin tak pernah terbesit untuk menciptakan kedamaian.

Ketika Si Perkasa mulai berjalan perlahan menepak langkah dengan kegagahan dan kesombongan berdiri angkuh tanpa tatapan belas kasihan yang selalu memandang rendah sang semut yang selalu melintas di depannya, Sang perkasa berbuka mulut dan berbuah wajah ketika melihat si kecil mulai menyapa, ketidak perdulian mulai meraja dari diri sang singa, namun si singa perkasa tak pernah sadar bahwa sang semut mulai bertempur untuk menggantikan tahta sang perkasa tiada rasa ketakutan dengan postur tubuh yang kecil dan hamper tak nyata, namun si mungil semut terus berburu kekuasaan, untuk menjatuhkan sang singga perkasa. Mungkin kah ini terjadi ketika semut harus berhadapan wajah menentang sang singa perkasa.

Akhirnya bertempurlah semut dengan sang singa saling baku hantam dengan harapan dapat mengalahkan lawan, cita-cita tinggi dengan keserakahan terus menghujam pikirannya yang ingin menjadi penguasa bangsa, tak perduli apa yang harus terjadi tak perduli walau nyawa akan pergi, demi kekuasaan dan kesombongan harus terus berjuang walau darah tidak dapat mengalir lagi di tubuh mungil ini. Inilah yang selalu terjadi di dunia ini tak pernah sadar bahwa dirinya semangkin bertempur semangkin menghabiskan waktu untuk dapat bersenda gurau dengan sang peradu malam, tak perduli walau panas siang tak perduli walau dingin malam. Dengan alasan untuk kesejahteraan rakyat dan kaumnya dia rela mati dan rela merintih. Namun para prajurit semut tak pernah menyadari dengan mereka semangkin ramai bertempur, semangkin mereka banyak menghacurkan kehidupan dan perlengkapan, dan semangkin mereka merasa dirinya lebih mampu memimpin negeri ini dan memimpin rakyat ini semangkin besar pula mereka ingin menghacurkan negeri ini, karena dengan saling bertempur masing – masing kubu akan membutuhkan biaya yang besar, dan juga membutuhkan pengorbanan yang tinggi, semut tak menyadari bahwa dirinya sebenarnya tak perlu bertempur dengan sang singa perkasa, karena semangkin dirinya bertempur banyak menghabiskan waktu dan banyak menghabiskan biaya. Seandainya semut menyadari bahwa tanpa bertempur bisa mensejahterakan rakyatnya, dengan berkerja sama dan saling duduk bersama untuk memecahkan masalah negeri ini akan lebih baik.

Jadi ini lah ciri khas dari para pemimpin dan semut-semut Indonesia, masing-masing merasa ingin menjadi pemimpin dan terus mengacaukan perekonomian dan mengobrak abrik politik dan memunculkan ketidak percayaan rakyat terhadap pemimpin sekarang ini yang akhirnya menciptakan pertahanan diri dari pemimpin untuk menjaga dan mempertahankan jabatannya agar tidak tergusik oleh semut liar, yang akhirnya menelantarkan rakyat dan menghancurkan ketertiban nasional, dan mengobrak – abrik stabilitas dan kekeluargaan bangsa yang akhirnya tercipta emosional yang selalu ingin melindungi kaum dan menindas yang lemah yang akhirnya tiada henti menghacurkan pasar-pasar dan menamkan kebencian terhadap rakyat.

Apa Yang Terjadi Ketika Surga Menjadi Layu dan Impoten

Filed under: Uncategorized

Semua mahkluk hidup mendambakan Surga bukan hanya manusia semua apa yang pernah hidup di bumi ini juga membutuhkan surga, namun apa yang terjadi ketika surga itu telah menjadi layu dan Impoten tanpa bisa menjadi perkasa dan menjadi dambaan sang panorama, surga ini telah perlahan menjadi mati, kenapa…..!

Itulah yang tidak disadari oleh para penghuni surga yang mempunyai kekayaan yang luar biasa, namun beberapa pihak yang selalu mencari keuntungan untuk memanfaatkan dan mulai memperbudak nafsu kini telah mempengaruhi kekuatan sang surga, tidak pernah disadari atau mungkin juga disadari namun tak pernah di pahami, karena semua itu hanya mematikan sang pesaing dan untuk dapat tegak perkasa demi kehidupan pribadinya, padahal mereka tidak menyadari dengan menggali keuntungan pribadi justru mematikan keturunan mereka di masa depan, kenapa harus bahagia ketika kita mulai memporak porandakan surga untuk kenikmatan sesaat, sementara kita tidak menyadari apa yang akan terjadi buat para keturunan kita di masa depan.

Indonesia adalah surganya dunia, kenapa saya katakana begitu….? Anda mungkin sama mengetahui ini, Indonesia kaya akan segala kekayaan alam, dari hutan, lautan, bahkan tambang bumi cukup kaya, namun kenapa Indonesia justru terpuruk dari apa yang kita punyai, hal ini yang harus kita ketahui, banyak yang memanfaatkan kekayaan Indonesia dengan explorasi besar yang secara instant dapat menghancurkan Indonesia sendiri, baik dari perusahaan – perusahaan yang menambang kekayaan Indonesia yang akhirnya menghancurkan Indonesia. Indonesia adalah surga dunia, ini yang harus dipertahankan sebenarnya bukan hanya beban nama namun bagaimana cara melindungi dan memanfaatkan sumber daya alam Indonesia, Indonesia memiliki sumberdaya alam yang yang sangat kaya, sumberdaya energi yang kaya dan sumber kekayaan dunia, namun kenapa semua pihak yang ingin memperkaya diri sendiri akhirnya menghancurkan diri, selalu tidak menyadari apa yang mereka lakukan adalah apa yang mereka musnahkan, dengan memperkaya diri maka mereka membunuh diri mereka, kenapa…..!!! karena dengan mereka memanfaatkan kekayaan indonesia untuk kekayaan pribadi dimana mereka sendiri tidak mampu untuk mendulang hasil kekayaan dengan keahlian mereka yang akhirnya mereka harus meminta bantuan kepada negera luar yang lebih mampu mendulang kekayaan dengan membagi hasil dimana tanpa disadari bahwa hasil yang telah disepakati tidak sesuai dengan hasil yang mereka dulang, kekayaan alam Indonesia akan habis dengan sekejap sebab Negara luar membodohi para srigala rakus Indonesia untuk dapat hasil yang luar biasa banyaknya dan akhirnya melayukan sang surga dan membuat impotent sang surga.

Kanapa ini tidak disadari oleh para sang ilmuan yang bukan ilmuan, merasa dirinya mampu dan mengikrarkan diri sebagai orang pintar namun bodoh. Coba kita pahami kembali apa yang terjadi jika kita tidak pernah menyadari apa yang telah kita perbuat untuk dapat menjadi galangan kekuasaan diri sendiri namun tak mementingkan keberlanjutan keturunannya dan kesejahteraan anak cucunya. Demi mencapai mimpi menjadi kaya raya yang mana impian itu yang akhirnya akan memiskinkan anak cucunya dimana semua itu harus disesali. Mari kita menyadari apa yang telah kita perbuat adalah kesalahan yang telah kita galang dengan perlahan. Ciptakan kesadaran diri untuk tidak menggapai kekayaan diri sendiri namun lebih memandang kekayaan bersama.

November 20, 2007

Pajak Penghasilan Yang Di Tetapkan….Sudah Benarkah….!!!

Filed under: Uncategorized

Memang pajak ini adalah hal penting untuk menunjang kemajuan bangsa baik dalam segi pembangunan dan segi ekonomi, namun yang perlu di pertanyakan apakah pihak dirjen pajak sendiri sudah bisa transparansi kepada masyarakat luas terutama yang telah memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP). Nah sekarang kita mesti blak-blakan guna untuk saling intropeksi diri, Negara menetapkan wargan negara yang telah memenuhi kriteria wajib pajak harus menyetorkan pajaknya, oke itu adalah hal yang bagus buat bangsa, namun sekarang pertanyaan "Apakah Dirjen Pajak Sendiri Telah Merealisasikan Pajak Dengan Benar….!!!". Nah ini yang harus kita pertanyakan kembali kenapa karena Pajak adalah termasuk tulang punggung negara dengan pajak dapat membangun di segala bidang, dan juga dengan pajak dapat membantu masyarakat dari keterpurukan ekonomi, dan dapat membantu serta membuka lapangan kerja baru, namun apakah dirjen pajak sendiri telah berani transparansi dengan masyarakat untuk membuktikan perealisasian pajak yang telah mereka terima, sekarang ini pajak yang mereka terima aja gak tau apakah udah di realisasikan untuk kepentingan sosial negara atau mungkin masuk saku masing-masing, jadi ajang bagi-bagi rejeki untuk pribadi dan golongan sendiri. Nah inilah yang harus dipertanyakan kembali, sudah mampukah kita memberi peluang yang cukup untuk masyarakat dapat mengetahui realisasi penggunaan pajak.

Saat ini aplikasi dalam penetapan Pajak yang telah di cantumkan dalam undang-undang perpajakan terkadang memang sangat bagus dan merupakan agenda utama yang dapat membantu dan memperlancar kinerja dari sistem di indonesia yang mendukung pembangunan dan perkembangan di indonesia, namun pertanyaannya kenapa setelah sekian lama pajak di pungut di negara ini ternyata tidak bisa memajukan perkembangan yang signifikan dan mampu memberikan perubahan yang positif, justru kesan yang buruk adalah pajak hanya di kutif dari masyarakat wajib pajak namun penempatan-penempatan pos-pos penyaluran pajak tidak terbukti ada, dimana bukti bahwa pajak terlah terealisasi dengan baik untuk membantu pembangunan dan pengembangan di negara ini. justru terkesan hanya pajak diminta namun leyap tanpa bekas, transparan dong dengan masyarakat bahwa pendapatan pajak dalam pertahunnya dan berapa dan di postingkan di bagian mana aja, nah seperti itu kan jelas jadi semua wajib pajak dapat mengetahui bahwa pajak yang dibebankan pada masing-masing wajib pajak dapat mengetahui fungsi dan kegunaan dari pajak yang telah mereka storkan, jadi jelas, justru ini lah yang akan membantu pemerintah dalam menekan angka kemiskinan, dan membantu pemerintah dalam pembangunan di segala bidang. jangan pula pajak yang diterima menjadi ajang penghasilan yang harus di jadikan proyek bagi-bagi hasil kan gak lucu….!!, intinya pemerintah harus lebih memperhatikan fungsi dan arti dari kepemimpinan bukan hanya sebagai ajak perebutan kekuasaan aja, jangan seperti bonekan dalam botol, ketika di pecahkan baru merasa bahwa dunia ini tidak sempit. bangun pagi cepat jangan sampai telat bangun hingga kesiangan bisa gak optimal kinerja dari pekerjaan pemerintah, banyak PR yang harus pemerintah selesaikan, masyarakat hanya bisa membantu dengan semangat, namun jangan di ambil manfaat kalau masyarkat tidak mau tau akan hal itu justru masyarakat ingin berbuat namun tak dapat kuasa yang kuat, kalau pemerintah bisa transparan dalam pajak, baik penerimaan pajak dari wajib pajak langsung, atau pajak di dapat dari sitaan dan denda yang dibebankan, akan membantu pemerintah untuk dapat dukungan moril dari masyarakat dalam pembangunan di segala bidang, jangan hanya dapat menjelaskan ketika pihak dirjen pajak ingin menuntut pembayaran pajak dari wajib pajak, tapi dirjen pajak juga transparansi dalam hal pendapatan pajak dan penyaluran pajak.emoticon

Pajak Daerah dimakan Kutu busuk

Filed under: Uncategorized

Pendapatan masing-masing daerah sangatlah besar, jadi sebenarnya daerah sendiri sudah dapat membantu komunitas masyarakat daerah dalam membangun daerahnya sendiri. bukan malah membudidayakan kutu-kutu busuk yang akan menghabiskan jatah makan sang kucing, jadi jika kucing udah kelaparan maka diakan mencari akal bagaimana cara dapat makanan, nah ini harus diperhatikan sebenarnya, janganlah pemerintah daerah khususnya jadi kutu busuk yang selalu mengerati pendapatan daerah untuk kepentingan pribadi dan golongannya saja, masih banyak pihak-pihak yang membutuhkan dan lebih kelaparan, ketimbang pemerintah daerah yang sudah diberi amanah untuk mengatur segala bentuk pengeluaran dan pendapatan daerah.

masyarakat bukan memilih wakil rakyatnya di daerah untuk menjadi siluman kutu busuk yang akhirnya membunuh orang yang telah memilihnya, coba kita sama perhatikan bahwa pembangunan di daerah khususnya tidak akan dapat mencapai kesejahtera bila orang-orang yang berkompeten dan mampu menjadi maling-maling berdasi, gak lucukan kalau maling ayam terpenjara sementara maling berdasi diberdayakan. sebagai pemegang keputusan puncak didaerah harus bisa memberikan suatu solusi dalam tahap pembangunan dan pemerataan serta pengangkat tarap kemiskinan menjadi sejahtara. jangan malah jadi pengerat yang akhirnya memusnahkan para penolongnya, itu artinya si budak membunuh majikan yang telah memberikan kesejahteraannya.emoticon






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham